Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)



Allah Ta’ala berfirman:

“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)

Allah Ta’ala berfirman:

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)

Penjelasan ringkas:

Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:

a. Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.

b. Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.

c. Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.

d. Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.

e. Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.

f. Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.

g. Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan.

Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.

Sumber : http://islam-download.net/artikel-islami/keutamaan-shalat-tahajjud.html
Selengkapnya...

Menebar Islam Yang Damai


Oleh M Abdullah Badri

Semua orang Islam sepakat bahwa diutusnya Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam ke dunia ini adalah untuk membawa kedamaian (rahmat) kepada seluruh alam, tanpa membedakan agama, suku, warna kulit dan keyakinan, baik manusia, tumbuhan maupun binatang. Semua menjadi bagian dari dakwah Nabi. Bahkan, setiap makhluk yang ada di dunia ini bershalawat kepada beliau, karena telah membawa dunia dalam perdamaian. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’: 107).

Lalu, bagaimana rahmat itu diwujudkan dalam kehidupan nyata ini? Apakah dengan pemaksaan? Tidak. Sama sekali tidak. Allah menurunkan Al-Qur’an tidak serta merta menggunakan simbol-simbol mengerikan dan menakutkan. Sifat Allah, sebagaimana disebutkan dalam kalimat bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah yang maha pangasih lagi maha penyayang), adalah dzat yang maha kasih dan penyayang. Allah memerintahkan kita untuk mengedepankan sikap saling mangasihi daripada membenci. Nabi telah mencontohkan itu. Bahkan, dalam berdakwah, Nabi tidak menggunakan pendekatan yang keras, namun menggunakan menggunakan sikap saling memahami, toleran dan menjaga kedamaian. Terbukti, dengan sifat rahmat tersebut, Nabi bisa mensyiarkan Islam hingga ke seluruh jazirah Arab.

Itulah yang ditiru Walisongo dalam mendakwahkan Islam di bumi nusantara ini. Hanya di Indonesia, Islam bisa masuk tanpa pertumpahan darah, peperangan. Dan ternyata terbukti menjadi agama mayoritas terbesar di dunia. Tidak seperti dakwah Islam yang masuk dengan menggunakan peperangan seperti di Iraq, Iran, Syiria, Mesir dan beberapa negeri Timur Tengah. Waktu itu, perluasan daerah Islam yang dilancarkan pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyyah sering ditaklukkan dengan perang. Sehingga, pertumpahan darah tak bisa dihindarkan. Ujung-ujungnya, sifat Islam yang diwarisi oleh negara-negara tersebut terkenal kaku, sangar dan tidak toleran. Bahkan disebut sebagai “sarang orang-orang sangar”. Apapun yang bertentangan dengan Islam ditolak dan dubumihanguskan. Bahkan, dengan gampang mereka menyebut bid’ah segala hal yang tidak pernah terdapat dalam masa Nabi.

Walisongo tidak demikian. Mereka mendakwahkan Islam dengan mendekati praktek keseharian dan budaya masyarakat Jawa, karena memang mereka bukan penduduk asli Jawa. Mereka berusaha memahami bagaimana cara berpikir dan bertindak orang Jawa. Mereka mempelajari tradisi yang berkembang ketika itu. Jika mereka menemui budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, mereka akan mengubahnya, namun secara bertahap, bukan langsung main sesat-menyesatkan dan syirik-mensyirikkan. Demikianlah sifat Nabi.

Kita tentu mengetahui bagaimana tahapan hukum minuman keras, yang dulu hanya disebut sebagai sesuatu yang lebih banyak manfaat daripada madlaratnya, kemudian dilarang meminumnya ketika akan melaksanakan shalat dan baru kemudian akhirnya diharamkan karena termasuk perbuatan setan. Itulah tahapan dakwah Nabi ketika itu.

Dengan mempelajari budaya, jangan khawatir Islam tidak akan kehilangan ruhnya. Bahkan akan semakin kuat dalam sanubari, karena orang yang didakwahi tidak merasa kehilangan identitasnya. Islam menjadi bagian dari hidupnya, bukan ajarannya semata.
Sayangnya, sekarang ini banyak upaya dari sebagian orang yang mengatasnamakan Islam kembali mengusik budaya umat Islam Indonesia yang selama ini sudah mengakar. Mereka takut Islam akan hangus manakala Islam ala Timur Tengah tidak diterapkan secara kaffah (menyeluruh [dalam tafsir mereka]). Dalam diri, mereka menganggap bahwa hanya Islam versi merekalah yang paling murni, paling sesuai dengan ajaran Nabi. Sehingga, tradisi positif yang sudah ada dalam masyarakat diputar ulang sesuai tafsir mereka. Orang yang tidak sesuai dengan pamahaman mereka dianggap masih belum melaksanakan Islam dengan benar. Pemahaman jenis inilah yang khas Islam Timur Tengah. Akhirnya, dakwah mereka terkesan sangar dan tidak toleran. Kekerasan menjadi jalan keluar, bukan dialog.

Dialog yang dimaksudkan adalah dengan memahami dan mengerti, bukan memaksakan kehendak. Islam akan kehilangan sejarahnya manakala tidak ditempatkan dan ditancapkan dalam hati masyarakat yang berbentuk budaya. Melalui pintu budaya, Islam akan menemukan wujud sesungguhnya. Dalam bahasa Gus Dur, pemahaman Islam semacam ini disebut dengan “pribumisasi Islam”. Yakni memasukkan jiwa-jiwa Islam dalam “perut” budaya, bukan mencongkelnya dari corak dan pola pikir masyarakat. Dengan demikian, pertumpahan darah dalam dakwah tidak akan terjadi. Bahkan antara Islam dan budaya akan saling mengisi, bukan mengurangi, apalagi memerangi. Jelas, karena Islam adalah rahmatan lilalamin, termasuk rahmat dalam budaya. Bukan la’natan lilalamin, laknat terhadap budaya, mematikan tradisi.

Sangat disayangkan manakala dakwah Islam harus menggunakan kekerasan, sebagaimana terjadi di Monas beberapa waktu lalu. Tindakan semacam itu justru akan membuat citra Islam tidak lebih sebagai agama suku yang suka kekerasan, bukan cinta kedamaian. Sehingga akan dijauhi. Bukan rahmat yang ditebar, namun laknat. Mari tebarkan Islam yang damai, toleran dan moderat! Mumpung jembar kalangane, mumpung padang rembulane. Dengan apa? Tentu dengan sikap saling memahami, bukan memusuhi. Tanpa membedakan suku, ras dan warna kulit. Bukankah Nabi mengajarkan demikian?

(Dimuat Bulletin Padhang Bulan Lakpesdam NU Semarang, Juni 2008)
sumber:http://abdallaoke.blogspot.com/2010/04/menebar-islam-yang-damai.html
Selengkapnya...

Sinopsis Valley Of The Wolves Palestine 2011

Assalamu'alaikum ^_^

Polat Alemdar dan anak buahnya terdiri dari tim komando Turki akan ke Palestina untuk membalas dendam para
pekerja bantuan yang dibunuh oleh pasukan Israel di armada terikat ke Gaza. Mereka pergi untuk berburu komandan militer Israel-zionis bertanggung jawab atas serangan armada Gaza.
Polat Alemdar membuat penyelidikan di Palestina dan dia menjadi dekat untuk mencapai tujuannya langkah demi langkah. Namun, mereka hadapi dengan kejadian tak terduga. Jenderal Israel, pada target Polat Alemdar, Mosche Ben Eliezer, membuatnya sulit dengan kekejaman dan kemungkinan Technologic di Palestina
Film ini akan menceritakan kisah-kisah dramatis dari rakyat Palestina. Sementara Polat berusaha untuk mencapai Mosche, dia akan melihat bagaimana tak bersalah orang meninggal di Palestina. Mosche membakar desa-desa, membunuh anak-anak dan memiliki semua orang, yang membantu Polat, dimasukkan ke dalam penjara.
Dengan film Lembah Palestina Serigala, perhatian seluruh dunia akan berada di Palestina, di mana orang menghadapi dengan salah satu krisis kemanusiaan terbesar.

Smoga film ini bermanfaat ^_^
Selengkapnya...

Hubungan Agama dan Sains



Isu hubungan agama dan sains tidak selalu diisi dengan pertentangan dan ketidaksesuaian. Banyak kalangan yang berusaha mencari hubungan antar keduanya pada posisi, yaitu sains tidak mengarahkan agama pada jalan yang dikehendakinya; dan agama juga tidak memaksakan sains untuk tunduk pada kehendaknya.Kalangan lain beranggapan bahwa agama dan sains tidak akan pernah dapat ditemukan, keduanya adalah entitas yang berbeda, memiliki wilayah masing-masing yang terpisah baik segi objek formal-material (ontologi), metode penelitian (epistemologi), serta peran yang dimainkan (aksiologi).

Di akhir dasawarsa tahun 90-an sampai sekarang, di Amerika Serikat dan Eropa Barat khususnya, berkembang diskusi tentang sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci).Diskusi dimulai oleh Ian G. Barbour yang mengemukakan teori “Empat Tipologi Hubungan Sains (Ilmu Pengetahuan) dan Agama (Kitab Suci)".Yaitu :
1. Tipologi Konflik.
Tipe ini menganggap bahwa agama dan ilmu pengetahuan itu saling bertentangan. Tipologi ini dianut oleh kelompok materialisme ilmiah dan kelompok literalisme kitab suci.Kelompok materialisme ilmiah berpendapat bahwa keyakinan agama tidak dapat diterima karena agama bukanlah data publik yang dapat diuji dengan percobaan. Kelompok materialisme ilmiah berpendapat bahwa sains (ilmu pengetahuan) bersifat obyektif, terbuka, dan progressif, sedangkan agama (kitab suci) bersifat subyektif, tertutup, dan sangat sulit berubah. Kelompok literalisme kitab suci berpendapat bahwa teori ilmiah melambungkan filsafat materialisme dan merendahkan perintah moral Tuhan. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata munculnya pertentangan antara sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci) disebabkan oleh fundamentalisme sains (ilmu pengetahuan) dan fundamentalisme agama (kitab suci).

2. Tipologi Independensi.
Pandangan ini berpendapat bahwa semestinya tidak perlu ada konflik karena sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci) berada di domain yang berbeda, yaitu sains (ilmu pengetahuan) sebagai kajian atas alam sedangkan agama (kitab suci) sebagai rangkaian aturan berperilaku.

3. Tipologi Dialog.
Tipologi ini mencari (secara ilmiah) hubungan (konseptual dan metodologis) antara sains dan agama, kemiripan dan perbedaannya.Secara konseptual, hubungan antara sains dan agama dapat terjadi ketika sains menyentuh persoalan di luar wilayahnya sendiri (misalnya: mengapa alam semesta serba teratur?).Demikian pula dialog dapat terjadi ketika konsep sains digunakan sebagai analogi untuk membahas hubungan Tuhan dengan dunia, yakni adanya kesejajaran konseptual antara teori ilmiah dan keyakinan teologi.Kesamaan metodologis terjadi saat sains dipahami tidaklah seobyektif dan agama juga dipahami tidaklah sesubyektif – sebagaimana yang diduga. Data ilmiah yang menjadi dasar sains, ternyata melibatkan unsur-unsur subyektifitas. Subyektivitas itu terjadi pada asumsi-asumsi teoritis yang digunakan dalam proses pemilahan, pelaporan, dan penafsiran data. Lebih dari itu, teori tidak lahir dari analisis data secara logis, tetapi lahir dari imajinasi kreatif yang di dalamnya mengandalkan analogi dan model sebagai faktor yang berperan penting.Agama juga tidak sesubyektif yang diduga. Data agama meliputi pengalaman keagamaan, ritual, dan kitab suci. Data agama lebih banyak diwarnai penafsiran konseptual.

4. Tipologi Integrasi.
Tipologi ini dapat terjadi pada kalangan yang mencari titik temu antara agama dan sains. Tipologi ini menyerukan perumusan ulang gagasan-gagasan teologi tradisional yang lebih ekstensif (luas) dan sistematis. Tiga versi integrasi: natural theology, theology of nature, sintesis sistematis.


Selengkapnya...

kemu'jizatan Alqur'an


Di antara ciri agama yang layak dianut di abad modern adalah bahwa agama tersebut dibawa oleh manusia pilihan ( yaitu Nabi) yang dikuatkan dengan mukjizat. Sebagian mukjizat nabi tersebut masih bisa kita saksikan sekarang ini, sehingga kita bisa membuktikan apakah agama tersebut benar-benar asli dari Pencipta atau tidak, dengan cara menentang mukjizat tersebut. Kalau mukjizat itu bisa kita kalahkan berarti bukanlah mukjizat.

Dalam pengetahuan agama, mukjizat bisa diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa, muncul pada diri seorang yang mengaku menjadi Nabi, bersifat menantang dan tidak mungkin untuk ditandingi oleh siapapun. Kalau mukjizat bisa ditandingi oleh manusia tidak ada artinya mukjizat tersebut sebagai tanda kebenaran Rasulullah saw. Agama nantinya bisa dipalsukan oelh orang-orang yang mengaku menjadi nabi.

Agama islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Beliau dikuatkan dengan berbagai mukjizat seperti membelah bulan, Al Quran dsb. Mukjizat Nabi Muhammad saw yang masih bisa disaksikan adalah Al Quran . Al quran adalah mukjizat Nabi muhammad yang abadi sampai hari Kiamat.
Ciri-ciri kemukjizatan Alquran adalah : Dia merupakan kitab suci yang luar biasa hebatnya baik ditinjau dari segi keindahan susunan bahasa ataupun dari isinya. Dia diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw yang menantang semua orang kafir untuk menandinginya (lihat surat Al Baqarah 23-24 Yunus 37-39), tapi sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah :

و إن كنتم فى ريب مما نزلنا على عبدنا فأتتوا بسورة من مثله وادعوا شهداءكم من دون الله إن كنتم صادقين فإن لم تفعلوا ولن تفعلوا فاتقوا النار التى وقود ها الناس والحجارة أعدت للكا فرين

Artinya : Bila Kamu sekalian ragu-ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (berupa Alquran), buatlah satu surat saja yang sepadan (dengan salah satu surat Alquran) dan panggillah penolong-penolongmu selain Allah bila kamu sekalian benar. Bila kami tidak bisa melakukannya dan pasti tidak akan bisa melakukannya, takutlah kepada api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disiapkan untuk orang-orang kafir. ( Albaqarah 23-24).

Al Quran menantang orang-orang kafir yang ragu terhadap kebenaran Alquran untuk membuat suarat sepadan dengan Al Quran dari segi keindahan bahasa dan kebenaran isinya.

Kemukjizatan Al Quran menurut sebagian ulama terletak pada keindahan susunan kalimatnya dalam hal balaghah, fashahah dan keindahan ungkapannya. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Alquran terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip al quran untuk seluruh umat manusia. Kalau seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu pasti tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa .

Sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Al Quran terletak pada pemberitannya tentang hal-hal ghaib. Misalnya, dalam surat Ali Imran disebutkan sbb.:

Artinya : Katakanlah kepada orang-orang yang kafir:” Kamu pasti akan dikalahkan di dunia ini dan akan digiring ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan Allah dan segolongan lain kafir yang dengan mata kepala seakan-akan orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka . Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya, Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. ( Ali Imran 12-13)

Alquran telah memberitakan akhir dari masyarakat di jazirah Arabia dengan kemenangan umat islam atas orang-orang kafir. Padahal saat diturunkannya ayat tersebut orang kafir Quresy dalam kondisi kuat luar biasa baik dari segi kualitas dan kuantitas dan kaum mukminin berada dalam kelemahan .

Dalam surat Ar Rum Allah menyatakan :
Artinya :Alif laam miim, Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat (yaitu Syam) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allahlah urusan sebelum dan sesudah mereka menang.Dan di hari kemenangan Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman.( Ar Ruum 1-4)

Romawi dikalahkan oleh Persia dalam peperangan yang dimulai tahubn 603 M sampai setelah tahun 610 M pada masa Imperator romawi Heraklius yang memerintah dari tahun 610 M s/d 642 M. Pada perang tersebut Persia mengalahkan secara telah tentara Romawi. Aleppo, Damaskus dan sebagai besar kota-kota di Siria direbut oleh Persia. Yerussalem direbut tahun 614-615 yaitu tujuh tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Yerussalem dibakar diblokade dan orang-orang Nasrani diusir, gereja-gereja dibakar dan peninggalan-peninggalan bersejarah dirampas khususnya tiang salib yang diyakini kaum nasrani sebagai tempat digantungnya Yesus. Para tokoh agama Persia berpesta pora karena mengalahkan pendata dan pastur Nasrani.

Pada tahun 610 M Nabi Muhammad saw memulai dakwah kepada seluruh umat manusia. Dunia sedang disibukkan dengan berita kemenangan Persia atas Romawi. Akan tetapi Alquran menyebutkan bahwa kemenangan itu adalah kemenangan sementara yang akan disusul dengan kekalahan Persia setelah lewat beberapa tahun saja. Romawi akan mengalahkan Persia secara telak .

Ramalan ini benar. Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada masa pemerintahan Heraklius atau setelah terjadinya hijrah Nabi ke Madinah. yaitu pada tauh 622 M. Pada sat itu Heraklius merayakan kemenangannya di Konstantinopel tahun 628 .

Pada saat kemenangan itu terdapat kabar gembira bagi umat mukminin . Karenan kemengnan itu akan disusul dengan kehancuran suatu umat. Kemengnan ada di fihak Romawi akan tetapi kemengan ini akan disusul dengan kehancuran imperium Romawi di Tmur dan juga di utara Afrika yang kemudian akan diwarisi oleh umat Islam.

Perang antara Persia dan Romawi adalah pendahuluan untuk kemnangan umat Islam di Jazirah Arabia dan sekitarnya. Kemangan umat Islam ini adalah kemangan yang diraih oleh umat Islam sendiri bukan hasil peperangan kedua super power tsb Mulai dari kemenganan di Badar, kemudian terus ke luar jazirah Arabia ke Persia dan akhirnya sampai ke Romawi.

Alquran memberitahukan dua hal yang terbukti setelah beberapa tahun kemudian:

Sebelum hijrah ke Madinah Al Quran memberitahukan kemenagan Romawi atas Persia . Kemenangan ini baru terwujud 6 tahun setelah hijrah ke Madinah.
Alquran memberitahukan bahwa Umat Islam akan bergembira dengan memengankan pertempuran atas orang-orang materialis di Mekkah , Persia dan Romawi.


Pemberitaan Alquran tentang hal-hal ghaib ini merupakan bukti kebenaran Rasulullah saw. Rasulullah bukanlah seorang yang ahli di bidang ini. Al Quran bukanlah dari Rasul akan tetapi dari Allah SWT.

Lain dari pada itu ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa Kemukjizatan Al Quran terletak pada keindahan bahasanya yang amat mampengaruhi hati sanubari manusia. Banyak orang yang masuk masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al Quran, seperti Umar Bin Khattab, Najasyi dsb.

Kemukjizatan Alquran juga bisa dilihat dari segi kandungan keilmuan di dalamnya. Al Quran telah menyebutkan berbagai hakekat ilmiyah yang belum ditemukan para ilmuwan saat itu seperti bulatnya bumi, bergeraknya semua benda-benda angkasa dsb.

Kemu'jizatan Ilmiyah

Mukjizat yang diberikan Alah kepada setiap rasul disesuaikan dengan keistimewaan kaum di mana rasul itu diutus. Nabi Musa a.s. diberi mukjizat tongkat untuk mengungguli kehebatan sihir yang berkembang sat itu, Nabi Isa a.s diberi mukjizat bisa menghidupkan orng mati untuk menantang kemajuan ilmu kedokteran saat itu. Kalau kita amati semua mukjizat terdahulu bersifat indrawi yang bisa dirasakan atau dilihat. Yang sudah barang tentu pengaruhnya terbatas pada waktu tertentu dan terbatas pada risalah tertentujuga . Ketika risalah dipungkasi dengan Islam , Allah memberikan mukjizat yang abadi sampai akhir zaman demi memelihara agama Islam mendukung kenabian rasulullah SAW.

Kemukjizatan yang paling cocok bagi risalah akhir zaman yang menjadi pemungkas risalah samawiyah dan paling cocok untuk menghadapi berbagai level masyarakat adalah kemukjizatan ilmiyah.

Allah SWT berfirman dalam S. Al An’am ayat 19 yang artinya :
“Katakanlah : siapakah yang lebih kuat persaksiannya ? Katakanlah : “Allah” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu dan AlQuran itu diwahyukan kepadaku suapaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepapda orang yang sampai AlQuran kepadanya.” Di antara persaksian itu adalah dengan mukjizat ilmiah yang terkadndung dalam Al Quran.

Allah berfirman dalam ssurat An Nisa’ ayat 166 yang artinya :
‘ Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu tetapi Allah engakui Alquran yang diturunkannya kepadamu Allah menurunkannya dengan ilmuNya.”

Dalam ayat yang diturunkan untuk membantah orang-orang kafir di atas terdapat penjelasan watak kemukjizatan ilmiyah Alquran yang tetap ada papda manusia dan akan terus muncul sesuai dengan perkembangan ilmu yang ditemukan manusia.

Dengan demikian kemukjizatan ilmiah Alquran akan dikenali oleh manusia pda setiap zaman . Rasulullah SAW pernah menyatakan :dalam haditsnya yang artinya :
“Tiadalah seorang nabi yang diutus kecuali diberikan kepadanya ayat atau mukjizat yang mendorong manusia beriman kepadanya. Akan tetapi yang diberikan kepadaku adalah wahyu yaitu alQuran) yang diwahyukan Allah kepadaku , maka aku berharap pengiutku adalah yang terbanyak dia antara pengikut para nabi lainnya pada hari kiamat kelak.” H. R al Bukhari dan Muslim . (lih Fathul Bari juz 9 hal 3 . dan Shohih Muslim Kitab al Iman)

Allah menghendaki agar setiap berita dan kejadian terjajdi pada waktu tertentu. Bila sutau peristiwa terjadi di hadapan kita maka akan terbersitlah makna-makna yang menunjukan kemukjizatan ayat-ayat yang ada dalam alQuran. Kemukjizatan ilmiah ini akan muncul sepanjang masa . Hal ini telah disitir oleh Allah dalam firmanNya yang artinya :”Untuk tiap-tiap berita yang dibawa oleh Rasul-rasul ada waktu terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.” ( al An’am 67)

Berdasarkan hal di atas para mufassirin berpendapat bahwa berita-berita tentang bumi, langit dalam al Quran akat tersingkap pada abad penemuannya dan sesunggunya berita yang dikandung Al quran merupakan berita dari Ilahi yang |Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu.

Oleh sebab itu kita harus terus menggali kemukjizatan ilmiyah yang terkandung dalam Al Quran. Allah telah menyatakan dalam firmanNya yang artinya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQuran itu benar.” (Fushshilat 53)

Wallahu a’lamu bis showab.



Daftar bacaan:

Dr. Juyusyi, Dirasaatun Qur aniyyah, Maktabah Al Azhar, Kairo.
Dr. Al Bahy,m Nahwa Al Quran, Maktabah Wahbah , Kairo.
Dr. Mun’im Khafaji, Al Qur’anu Mu’jizatun Ushuri, Al Haiah Al Misriyyah al Ammah lil kitab, Kairo.
Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir, Juz I dan III.
Dr. Abdullah Mahmud Syahhatah, Ahdaaf Kulli Surah Wa Maqashidiha Fil Quranil Karim, Juz IV.

sumber: http://www.ikadi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=60:kemujizatan-al-quraan&catid=40:kemukjizatan-ilmiah&Itemid=69

Selengkapnya...

Makna Di Balik Surat Al-Baqarah


Surat Al Baqarah yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebahagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa' (hajji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Quran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpancang (ayat 282). Surat ini dinamai Al Baqarah karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga surat alif-laam-miim karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.



Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

2. Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan shalat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiyat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum meubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, 'iddah, thalak, khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum melamar, mahar, larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.

3. Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.

4. Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat orang-orang munafik; sifat-sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati.



Kesimpulan Surat Al Baqarah ialah:

1. Menjelaskan beberapa hukum dalam agama Islam.
2. Mengemukakan beberapa perumpamaan.
3. Mengemukakan hujjah-hujjah.

Persesuaian surat Al Baqarah dengan surat Ali 'Imran

1. Dalam surat Al Baqarah disebutkan Nabi Adam a.s. yang langsung diciptakan Tuhan, sedang dalam surat Ali 'Imran disebutkan tentang kelahiran Nabi Isa a.s. yang kedua-duanya dijadikan Allah menyimpang dari kebiasaan.

2. Dalam surat Al Baqarah sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi dibentangkan secara luas, disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah mereka yang membela kesesatan, sedang dalam surat Ali 'Imran dibentangkan hal-hal yang serupa yang berhubungan dengan orang Nasrani.

3. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan tiga golongan manusia, ialah orang-orang mukmin, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, sedang surat Ali 'Imran dimulai dengan menyebutkan orang-orang yang suka menta'wilkan ayat yang mutasyabihaat dengan ta'wil yang salah untuk memfitnah orang mukmin dan menyebutkan orang yang mempunyai keahlian dalam menta'wilkannya.

4. Surat Al Baqarah disudahi dengan permohonan kepada Allah agar diampuni kesalahan-kesalahan dan kealpaan dalam melaksanakan taat, sedang surat Ali 'Imrandisudahi dengan permohonan kepada Allah agar Dia memberi pahala atas amal kebaikan hamba-Nya.

5. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertakwa, sedang surat Ali 'Imran dimulai dengan perintah bertaqwa.

Dikutip dari:
http://www.alikhlashjatipadang.com/index.php?option=com_content&view=article&id=60:albaqarah&catid=35:maknaalquran&Itemid=61(diakses tanggal 22 mei 2011)

Selengkapnya...

Adakah Kehidupan Setelah Kematian??


Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan bahwa kematian bukanlah ketiadaan hidup secara mutlak, tetapi ia adalah ketiadaan hidup di dunia, dalam arti bahwa manusia yang meninggal pada hakikatnya masih tetap hidup di alam lain dan dengan cara yang tidak dapat diketahui sepenuhnya.

"Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QSAli-'Imran [3]: 169).

"Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang meninggal di jalan Allah bahwa 'mereka itu telah mati,' sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" (QS Al-Baqarah [2]: 154).

Imam Bukhari meriwayatkan melalui sahabat Nabi Al-Bara' bin Azib, bahwa Rasulullah Saw., bersabda ketika putra beliau, Ibrahim, meninggal dunia, "Sesungguhnya untuk dia (Ibrahim) ada seseorang yang menyusukannya di surga." Sejarawan Ibnu Ishak dan lain-lain meriwayatkan bahwa ketika orang-orang musyrik yang tewas dalam peperangan Badar dikuburkan dalam satu perigi oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya, beliau "bertanya" kepada mereka yang
telah tewas itu, "Wahai penghuni perigi, wahai Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ummayah bin Khalaf; Wahai Abu Jahl bin Hisyam, (seterusnya beliau menyebutkan nama orang-orang yang di dalam perigi itu satu per satu). Wahai
penghuni perigi! Adakah kamu telah menemukan apa yang dijanjikanTuhanmu itu benar-benar ada? Aku telah mendapati apa yang telah dijanjikan Tuhanku."

"Rasul. Mengapa Anda berbicara dengan orang yang sudah tewas?" Tanya para sahabat. Rasul menjawab: "Ma antum hi asma' mimma aqul minhum, walakinnahum la yastathi'una an yujibuni (Kamu sekalian tidak lebih mendengar dari mereka,
tetapi mereka tidak dapat menjawabku)."

Demikian beberapa teks keagamaan yang dijadikan alasan untuk membuktikan bahwa kematian bukan kepunahan, tetapi kelahiran dan kehidupan baru.

sumber :
http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Kematian2.html
Selengkapnya...